Pemilukada Kota Jayapura Diulang Jangan Terjadi di Nisel

* Akibat Calon yang menang di PTUN tidak diloloskan KPUD.

MK Perintahkan Pemilukada Ulang di Kota Jayapura.

Jakarta (LiraNews) – Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya mengelar sidang pembacaan putusan perkara permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Jayapura, Papua. MK memutuskan mengabulkan permohonan salah satu Pemohon perkara ini. “Mengabulkan Permohonan Pemohon III untuk sebagian,” kata Ketua Majelis Hakim, Moh. Mahfud MD, saat membacakan salah satu amar putusan, kemarin.
Permohonan perkara ini diajukan tiga Pemohon. Pertama, perkara dengan nomor 196/PHPU.D-VIII/2010 dengan Pemohon pasangan Benhur Tommy–Nuralam (Pemohon I). Kedua, nomor 197/PHPU.D-VIII/2010 dengan pemohon pasangan Thobias Solossa–Haryanto (Pemohon II). Ketiga, nomor 198/PHPU.D-VIII/2010 dengan pemohon pasangan Hendrik Worumi-Pene Ifi Kogoyo (Pemohon III).

Putusan dibacakan oleh tujuh Hakim Konstitusi, yakni Moh. Mahfud MD selaku Ketua merangkap Anggota, Muhammad Alim, Harjono, M. Arsyad Sanusi, M. Akil Mochtar, Hamdan Zoelva, dan Ahmad Fadlil Sumadi, masing-masing sebagai anggota.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menolak Eksepsi Termohon dan Eksepsi Pihak Terkait. Sedangkan, dalam pokok permohonan MK membatalkan Keputusan KPU Kota Jayapura Nomor 80/2010 tentang Nama-Nama Pasangan Calon yang Memenuhi Syarat sebagai Peserta Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Jayapura Tahun 2010, bertanggal 7 September 2010.

Selain itu, MK juga membatalkan Keputusan KPU Nomor 81 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Keputusan KPU Nomor 72 Tahun 2010 tentang Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Jayapura Tahun 2010, bertanggal 9 September 2010. Sekaligus membatalkan Berita Acara rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Jayapura Tahun 2010, bertanggal 22 Oktober 2010.

Selain itu, MK membatalkan Keputusan KPU Kota Jayapura Nomor 89 Tahun 2010 tentang Penetapan Perolehan Suara Sah Masing-masing Pasangan Calon Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Jayapura Tahun 2010, bertanggal 22 Oktober 2010. MK juga membatalkan Keputusan KPU Nomor 89 Tahun 2010 tentang Pasangan Calon yang Memenuhi Syarat Mengikuti Putaran Kedua pada  Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Jayapura Tahun 2010, bertanggal 22 Oktober 2010.

Selanjutnya, MK memerintahkan kepada KPU Kota Jayapura untuk melakukan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Ulang Kota Jayapura ini yang diikuti oleh tujuh pasangan, yakni pasangan Abisai Rollo-Reyneilda M. Kaisiepo, pasangan Benhur Tommy Manno- Nuralam, pasangan Musa Yan Jouwe-Rustan Saru, pasangan Jan Hendrik Hamadi-Lievelien L. Ansanay Monim, pasangan Thobias Solossa-Haryanto, pasangan Freddy H. Toam-Jimmy Spenyel Ansanay dan pasangan Hendrik Worumi-Pene Ifi Kogoya.

MK memerintahkan KPU, Bawaslu, KPUD Papua, dan Panwaslu Kota Jayapura untuk mengawasi pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah ulang tersebut sesuai dengan kewenangannya. Kemudian MK menolak permohonan pemohon untuk selebihnya.

Dalam pertimbangannya, MK menyatakan bahwa berdasarkan Pasal 236C UU/12/2008, MK berwenang menangani sengketa hasil penghitungan suara Pemilukada. Demikian juga terkait legal standing Pemohon, Mahkamah berpendapat Pemohon I, Pemohon II dan Pemohon III memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan.

Di samping itu, MK menemukan fakta hukum bahwa Termohon tidak konsisten dalam keputusannya, yakni Termohon telah menyatakan Pemohon III memenuhi syarat dukungan pemilih, namun dalam keputusan berikutnya Termohon menyatakan Pemohon III tidak termasuk sebagai Pasangan Calon. Sehingga Pemohon III kehilangan hak konstitusionalnya untuk menjadi Pasangan calon. MK berpendapat, Termohon terbukti telah menghalang-halangi hak Pemohon III untuk maju sebagai Pasangan Calon Peserta Pemilukada yang merupakan pelanggaran serius terhadap hak konstitusional Pemohon III yang dijamin konstitusi.

Sebagaimana diketahui, dari Pemilukada Kota Jayapura yang digelar pada 11 Oktober lalu, pasangan Jan Hendrik Hamadi-Lievelien Louisa Ansanay ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Jayapura. Kemenangan pasangan nomor urut 4 itu digugat oleh calon lainnya, yakni pasangan Benhur Tommy Mano-Nuralam (Pemohon I), pasangan Thobias Solossa-Haryanto (Pemohon II) dan Hendrik Worumi-Pene Ifi Kogoya (Pemohon III).

Pemohon I dalam pokok permohonannya mendalilkan terdapat manipulasi dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara. Sedangkan Pemohon II menyatakan seharusnya dirinya sebagai pasangan calon yang berhak maju pada Pemilukada. Menurutnya, telah terjadi penggelembungan dan pengalihan suara di Distrik Heram dan Jayapura Selatan yang menguntungkan Pemohon I dan Pihak terkait.

Kemudian Pemohon II juga mendalilkan Termohon telah memperlakukannya secara tidak adil dan berbeda karena tidak diberi waktu yang sama dengan pasanga calon lainnya. Selain itu, Ketua dan seorang Anggota KPU serta Ketua Panwaslu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Sedangkan Pemohon III pada pokoknya meminta Mahkamah memerintahkan Termohon melakukan Pemilukada ulang dan menetapkan Pemohon III sebagai pasangan calon peserta Pemilukada, karena Termohon tidak bersedia melaksanakan putusan PTUN Nomor 31/G/2010/PTUN.JPR. (mk/luk)

sumber : http://liranews.com/hot-news/2010/11/29/mk-perintahkan-pemilukada-ulang-di-kota-jayapura/
JAYAPURA—Sidang Mahkamah Konstitusi (MK)  di Jakarta Kamis (25/11)  pukul 16.30 WIB akhirnya memutuskan Pemilukada Kota Jayapura periode 2010-2015 diulang.

Dalam amar putusan  majelis hakim MK yang dibacakan Ketua MK  Mahfud MD dengan didampingi delapan hakim konstusi, mengatakan bahwa  KPU Kota Jayapura terbukti telah menghalang-halangi pasangan Hendrik Worumi-Pene Ifi Kogoyo.  “KPU terbukti menghalang-halangi Pemohon III (Hendrik Worumi-Pene Ifi Kogoyo) untuk maju sebagai pasangan calon peserta Pilkada Kota Jayapura yang merupakan pelanggaran serius terhadap hak konstitusional Pemohon III yang dijamin oleh konstitusi,” kata Mahfud.

Berdasarkan surat KPU 7 Mei 2010 perihal Pemberitahuan Hasil Verifikasi Berkas Pendaftaran dan Faktual Secara Umumdan Khusus, berkas administrasi Pemohon III dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan Pilkada Kota Jayapura.

KPU Kota Jayapura sebelumnya tidak meloloskan pasangan ini dalam Pilkada 2010 sehingga pasangan Hendrik Worumi – Pene Ifi Kogoyo mengajukan gugatan ke MK.

Untuk memulihkan hak Pemohon III tersebut, lanjutnya, mahkamah berpendapat perlu untuk dilakukan pilkada ulang Kota Jayapura dengan mengikutsertakan Pemohon III dengan melanjutkan tahapan pelaksanaan pilkada tanpa membuka kembali pendaftaran bakal pasangan calon baru.

Mahfud menegaskan, pilkada ulang Kota Jayapura ini akan diikuti tujuh pasangan, yakni pasangan Abisai Rollo-Reyneilda M. Kaisiepo, Benhur Tommy Manno – Nuralam, Musa Yan Jouwe – Rustan Saru, Jan Hendrik Hamadi – Lievelien L. Ansanay Monim, Thobias Solossa – Haryanto, Freddy H. Toam – Jimmy Spenyel Ansanay dan pasangan Hendrik Worumi – Pene Ifi Kogoya. Dari tujuh pasangan ini, pasangan Pither Ell tetap tidak masuk.

Untuk melaksanakan ini, MK juga memperhatikan tingkat kesulitan jangka waktu dan kemampuan KPU Kota Jayapura dan aparat penyelenggara serta peserta agar pilkada berlangsung secara umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Sengketa Pilkada Kota Jayapura ini ada tiga pemohon yakni pasangan Benhur Tommy – Nuralam, pasangan Thobias Solossa – Haryanto dan pasangan Hendrik Worumi – Pene Ifi Kogoyo.

Namun MK mengabaikan permohonan pasangan Benhur Tommy – Nuralam dan pasangan Thobias Solossa – Haryanto yang mendalilkan tentang pelanggaran pilkada.

Dalam Pilkada Kota Jayapura tanpa diikuti oleh pemohon III, suara terbanyak diraih oleh pasangan Benhur Tommy Mano-Nuralam dengan perolehan sebanyak 36.769 suara atau 29,13 persen, diikuti oleh pasangan Jan Hendrik Hamadi – Lievelien Louisa Ansanay Monim sebanyak 24.985 suara (19, 79 persen).

Sedangkan pasangan Thobias Solossa – Haryanto sebanyak 24.815 suara atau 19,66 persen, pasangan Musa Yan Jouwe – Rustan Saru sebanyak 19.723 suara (15,62 persen), pasangan Abisay Rollo – Reyneilda Magdalena Kaisepo sebesar 15.982 suara (12,66 persen) dan pasangan Fredrick Hendrik Toam – Jimmy Spenyel Ansanay sebesar 3.971 suara (3,15 persen).

Salah satu calon walikota Jayapura periode 2010-2015 Thobias Solossa  mengatakan, keputusan MK  Pemilukada Kota Jayapura diulang, adalah suatu keputusan final dan mengikat, serta mesti ditaati semua pihak.

“Ini adalah keputusan hukum tertinggi di negara ini dan telah memenuhi rasa keadilan yang tak dapat dibantah siapapun. Tugas KPU Kota Jayapura untuk menjabarkan keputusan ini untuk mengulang Pemilukada Kota Jayapura serta para kandidat harus mengatur kembali strategi untuk mampu meraih suara terbanyak nantinya,” ujar Thobias  ketika dihubungi Bintang Papua via ponselnya di Jakarta semalam.

Thobias menyampaikan penghargaan setinggi tingginya kepada semua pihak, terutama Pemkot Jayapura serta seluruh masyarakat Kota Jayapura yang telah memberikan doa dan dukungannya khusus kepada THOHAR.

Sedangkan, salah seorang calon wakil walikota Jayapura Ir Rustan Saru yang berpasangan dengan Musa Jan Youwe ketika dihubungi semalam mengutarakan, keputusan MK yang memerintahkan KPU Kota Jayapura  mengulang Pemilukada Kota Jayapura diharapkan agar KPU Kota Jayapura bekerja lebih profesional, independen, transparan serta tak berpihak kepada kandidat tertentu.

Dia juga mengharapkan agar Pemilukada Kota Jayapura kedepan lebih baik daripada sebelumnya serta dapat memberikan kesempatan bagi rakyat untuk memilih pemimpin terbaik dan bertanggungjawab kepada rakyat Kota Jayapura.

Ketua KPU Kota Jayapura Drs Hendrik Bleskadit MSi yang dihubungi via ponsel ke Jakarta semalam terkait keputusan MK tersebut, ponselnya tak aktif. Selanjutnya dikirimi SMS juga tak ditanggapi hingga berita ini diturunkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: