Masyarakat Nias Barat Dikecewakan Oleh KPUD Yang Tidak Independen

KPU Nias Barat

Perhelatan demokrasi pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) kabupaten Nias Barat telah usai pada tanggal 2 Februari 2011 dengan hasil versi KPU Nias Barat dimenangkan oleh pasangan calon Bupati Aroziduhu Adrianus Gulö SH, MH dan calon wakil Bupati Hermit Hia SIp (A’aro’öhe) dengan perolehan suara 12.842 atau 36.76 % urutan kedua pasangan calon Bupati Faduhusi Daely SPd dan calon wakil Bupati Ir. Sinar Abdi Gulö SE, MSi (Fasia) dengan perolehan suara 12.505 atau 35,79 % dan urutan terakhir pasangan calon Bupati Yupiter Gulö SE, MM dan calon wakil Bupati Raradödö Daely  SIp (Pira) dengan perolehan suara 9.590 atau 27,45 %.

Namun hasil tersebut tidak diterima oleh pihak Fasia dan Pira sehingga mereka menggugat di mahkamah konstitusi dan telah digelar sidang pada tanggal 23, 24 Februari 2011 dan 1 Maret 2011 dengan gugatan suara Fasia di kecamatan Lahömi bukan hanya 2501 tetapi 3.364 suara. sehingga kalau diakomodasi suara tersebut maka Fasia unggul menjadi 13.368 lebih banyak dari A’aro’öhe yang hanya 12.842 suara. Disamping itu Fasia dan Pira menggugat banyak pemilih dibawah umur, memilih beberapa kali, pemilih yang sudah meninggal atau pindah namun digunakan oleh orang lain serta money politik yang dilakukan oleh tim sukses A’aro’öhe.

Internal KPU Nias Barat yang terdiri dari ketua Herman Zebua SH, anggota Meiatasi Dolai, Pendeta Christoph Masanatal Hia STh, Firman Januari Gulö SH dan Yoramo Hia terjadi ketidaksolidan dimana tindakan mereka juga berjalan sendiri-sendiri seperti Herman Zebua membawa pulang kerumah blangko C1 yang telah diisi pada hari H, juga Firman Januari Gulö ada membawa satu blok blangko C1 pada tanggal 27 Januari 2011. Demikian juga ketika hakim meminta blangko besar yang berisi rekapitulasi suara di kecamatan Lahömi, KPU tidak bisa memperlihatkan.

Sejak terpilih KPU sudah ada kubu-kubuan

Pada saat KPU Nias Barat terpilih 5 besar yang menjadi komisioner maka urutan rangking adalah sbb :

1. Meiatasi Dolai
2. Pendeta Christoph Masanatal,  STh
3. Yoramo Hia
4. Herman Zebua,  SH
5. Firman Januari Gulö,  SH

Namun dalam pemilihan ketua KPU terjadi kubu-kubuan yang akhirnya dimenangkan oleh Herman Zebua SH mengalahkan Meiatasi Dolai. Hal ini bisa terjadi karena Firman Januari Gulö SH dan Yoramo Hia mendukung Herman Zebua atas fasilitasi pihak Fasia tetapi pada saat pemilukada dan sesudahnya Firman dan Herman mengkhianati Fasia yang telah menjadikannya ketua KPU Nias Barat atau mungkin juga yang telah membantu Herman menjadi anggota KPU Nias Barat. Perlu diketahui bahwa Herman Zebua ini adalah menantu Fasiaro Daeli alias Ama Iman, salah satu ketua tim sukses Fasia karena selain masih famili dengan Faduhusi, Ama Iman juga orang partai PDIP pendukung Fasia. Tentu Herman dan Firman setelah tidak mendukung Fasia maka akan memberikan dukungan kepada pihak lain sedangkan 3 komisioner lagi (Yoramo Hia, Crhistoph Hia dan Meiatasi Dolai) kesal melihat tindakan Herman dan Firman akhirnya mereka setengah hati untuk bekerja. Inilah kekecewaan masyarakat Nias Barat kepada personil komisioner KPU yang tidak bekerja secara independen.

Satu Tanggapan

  1. sy kurang paham tentang itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: