Nias Utara

Foto Nias Utara

Desa Huno Tuhemberua – Nias Utara

Jalan setapak antara kecamatan Afulu dan kecamatan Alasa

Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Nias

Ikan Hasil Tangkapan Nelayan di Nias

Kebun Sayur di Nias

Membuat Pupuk Kompos oleh Perempuan di Nias

g

Mengatasi jalan yg berlumpur

Pembibitan Karet

Kacang Panjang, Cabe dan bawang dari Nias

7 Tanggapan

  1. Masyarakat Nias Utara yang tinggal diperantauan berharap kepada para kandidat calon Bupati /Wakil untuk lebih mengedepankan sikap profesionalitas. Dalam pelaksanaan kampanye dihimbau kiranya tidak saling menghina diantara sesama calon. Karena wajah Nias Utara kedepan dapat dilihat dari apa yang terjadi saat ini. Boleh beda pilihan tapi kita menghargai antar sesama. Selamat Berjuang.

  2. saya pernah ke pulau nias tpi ternyata disana suku nya primitif san gk mengenal perda tpi hukum rimba

    • Hello Luis, Perkenalkan nama saya Iman Taufiq, saya dari Bogor, saya seorang peneliti dan yang bekerja di NGO dan juga sebagai konsultan, saya sering sekali berkunjung ke pulau NIAS rata2 sekali dalam 2 bulan, dan saat ini saya bisa berbahasa NIAS salam untuk Luis dari NIAS Yaahowu, Mohon maaf Luis, saya tidak sependapat bahwa suku/orang NIAS masih primitif atau tidak mengenal PERDA atau mereka masih hukum rimba. Saya sendiri sudah sampai ke pedalaman yg sangat terpencil seperti kecamatan Gomo, kecamatan Alasa, Kecamatan Lahewa ke desa Afulu pada tahun 80 an, masih belum ada infrastruktur seperti saat ini. Pak Luis kalau kita ke Lahewa pada zaman dahulu harus naik kapal laut dari kota Gunung Sitoli lalu menuju desa Afulu kita harus berjalan kaki selama satu hari, apalagi kalau kita ke Ibu kota NIAS UTARA saat ini “Lotu” desa Lotu juga sangat terpencil pada zaman belum ada pemekaran.

      Apa yang Luis sampaikan di atas saya tdk pernah menemukan, suku/orang Nias sangat ramah dan baik kepada orang asing.

      Kalau mungkin Luis mengalami hal yang kurang mengenakkan itu bisa saja terjadi dimana saja, walaupun di Negara Maju seperti Amerika, Ingris, Autralia. Saya pernah mengalami hal yang lebih dari primitif di Negara2 tersebut, mereka tidak melayani kita di restoran kalau kita tidak di temani sama orang bule (panggilan kepada orang kulit putih di Indonesia).

      Tetapi apapun yg di alami Luis ketika berkunjung ke kepulauan Nias, maafkan lah Luis, mungkin itu tidak mewakili suku/orang Nias secara keseluruhan, maafkan lah oknum tersebut, karena tidak semua orang Nias seperti itu.

      Bagi suku/orang Nias, harus mengucapkan terima kasih kepada Luis atas keterbukaannya, menyampaikan hal tersebut, agar menjadi koreksi bagi masyarakat Nias untuk tetap ramah kepada orang Asing atau pendatang, dan juga bagi Pemerintah Daerah Kab/Kota agar selalu melakukan kampanye atau sosialisasi terhadap Perda2 yang telah di buat/di terbitkan, agar semua masyarakat Nias sadar akan Hukum. Baik Hukum yang di buat Oleh Negara maupun Hukum Agama.

  3. saya pernh ke p.nias tpi trnyata masyrakatnya primitif <sbenarnya hasil alam nya cukup brlimpah dan masih alami tpi sayang perda disana gk brlaku tpi hukum rimba lah yg berlaku di pulau nias?..

  4. sukses slalu buat Nias Utara q Tercinta
    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: